Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

  • Mengkaji Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Perkembangan Sosial di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu Negara berpenduduk padat dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 % per tahun. Dengan laju pertumbuhan yang bisa dikatakan cukup besar ini tentunya menimbulkan dinamika sosial yang meliputi sikap masyarakat Indonesia menghadapi perubahan sosial yang terjadi di sekitar mereka dan contoh-contoh masalah yang terkait dengan perubahan sosial.

Dalam menyikapi perubahan sosial yang terjadi, masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki sikap :

Masyarakat Indonesia Cenderung Bertahan Tidak Berubah

Masyarakat akan menolak nilai–nilai baru yang akan mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia Cenderung Berubah

Masyarakat Indonesia akan menerima nilai-nilai dan hal-hal baru yang membawa manfaat menuju terjaminnya kesinambungan masyarakat Indonesia apabila terjadi perubahan sebagai berikut :

  1. Perubahan sosial yang terjadi mendukung program kependudukan.
  2. Perubahan sosial yang terjadi mendukung program lingkungan.
  3. Perubahan sistem ekonomi
  4. Perubahan sistem budaya yang terjadi, meliputi : Sistem budaya etnik, Sistem budaya agama besar, Sistem budaya Indonesia dan Sistem budaya asing.

Dari kedua sikap tersebut, sangat jelas dapat kita simpulkan bahwa masyarakat Indonesia sudah semakin selektif dan memahami cara membedakan antara perubahan sosial yang bermanfaat dengan yang tidak. Berbicara mengenai perubahan sosial yang terkait dengan pertumbuhan penduduk tentunya tidak terlepas dari masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia. Masalah yang paling dekat  adalah masalah kesejahteraan yang terkait dengan masalah kemiskinan dan biasanya berujung pada banyaknya kasus kriminal juga masalah pemerataan penduduk yang menjadi faktor kemajuan dan modernisasi suatu wilayah bahkan Negara.

  1. Kemiskinan

Gambar

Hal ini merupakan masalah yang sering sekali dikaitkan dengan masalah sosial, kemiskinan juga menjadi masalah yang dasar juga bersifat global. Kemiskinan juga mempertanyakan soal kesejahteraan. Dari data statistic Indonesia jumlah kemiskinan Indonesia tahun 2012  rata-rata 13,18% (terdiri dari 14,70% penduduk miskin di desa dan 11,66% penduduk miskin di kota). Faktor penyebab kemiskinan tidak bisa dilihat dari satu sisi. Faktor pendidikan, lingkungan sosial dan bisa juga karena jumlah anggota keluarga terlalu banyak serta kepala keluarga yang tidak mampu mensejahterakan keluarganya.

2. Pengangguran

Gambar

Masalah ini juga sangat erat kaitannya dengan masalah kemiskinan yang mana kedua masalah ini juga sebagai akibat serta pengaruh pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Pengangguran biasanya terjadi terhadap individu yang tidak mampu bersaing di dunia kerja karena faktor pendidikan yang rendah atau bisa juga terjadi karena individu tersebut kurang memiliki kemampuan untuk terjun di dunia kerja. Pengangguran juga menjadi masalah yang bisa dikatakan global juga suatu masalah yang rumit dan butuh penanganan dari semua pihak.

3. Kriminalitas

Gambar

Masalah kriminalitas ini sering terjadi karena faktor ekonomi yang dalam hal ini berkaitan dengan kedua masalah yang kita bahas sebelumnya, yaitu masalah kemiskinan dan pengangguran. Kriminalitas yang sering terjadi sebagai akibat dari kemiskinan dan pengangguran ialah pencurian. Karena himpitan ekonomi dan kurangnya lapangan pekerjaan membuat seseorang bisa melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan ekonominya walaupun dengan jalan mencuri.

4. Pemerataan Penduduk

Gambar

Pemerataan penduduk sebenarnya hadir sebagai solusi atas banyaknya pertumbuhan penduduk, namun pemerataan penduduk ini bisa menjadi masalah jika dalam pelaksanaannya tidak optimal. Misalnya dalam hal urbanisasi yakni perpindahan dari desa ke kota. Warga desa yang pindah ke kota tentunya memiliki keinginan untuk merubah nasib di Ibukota. Jika hal tersebut tidak terkendali akan menimbulkan dampak padatnya jumlah penduduk kota yang berarti makin kurang terjaminnya kesejahteraan serta semakin berkurangnya tenaga kerja di desa yang berdampak pada lambatnya pembangunan dan modernisasi di desa.

  • Mengkaji Hubungan Antara Masalah Penduduk dengan Perkembangan Kebudayaan

Masalah-masalah sosial yang menimpa penduduk Indonesia mampu melahirkan suatu kebiasaan atau kebudayaan dimana budaya tersebut juga merupakan masalah yang harus diselesaikan, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun pula semua pihak. Kita ambil beberapa contoh masalah penduduk yang melahirkan kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat.

  1. Masalah ekonomi (kemiskinan) yang melahirkan kebudayaan mengemis. Saat ini mengemis seperti sudah dianggap sebagai suatu hal yang menjadi kebiasaan bahkan menjadi suatu profesi yang terkoordinir.
  2. Masalah pekerjaan (pengangguran) yang membuat seseorang bergantung kepada orang lain. Bahkan dalam kondisi tertentu dimana orang tersebut dalam keadaan terdesak ekonomi bisa jadi ia melakukan tindak kriminal.
  3. Budaya meniru dan menerima tanpa menyaring budaya dari luar negeri yang berdampak terasingnya budaya dalam negeri.
  4. Masalah kedisiplinan terhadap peraturan umum maupun lingkungan yang menjadi tempat kita. Contoh masalah ini sebenarnya banyak namun beberapa antara lain, merokok di tempat yang sudah jelas merupakan kawasan bebas asap rokok, banyaknya kendaraan (terutama kendaraan bermotor) yang sering memakai bahu jalan bahkan trotoar sebagai jalurnya padahal sudah jelas diperuntukkan bagi pejalan kaki. Banyaknya pelajar yang mengendarai kendaraan padahal belum memiliki SIM, banyaknya pelanggaran lalu lintas dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

·         Contoh Budaya dari Luar Negeri yang Masuk ke Indonesia

Gambar

Dalam pembahasan kali ini saya ingin mengambil contoh budaya luar negeri yang masuk ke Indonesia berupa tarian yakni Harlem Shake.

Harlem Shake adalah goyangan atau tarian khas Harlem. Awalnya tarian tersebut diberi nama albee di sekitar Harlem, New York pada tahun 1981. Tarian yang pertamanya ada di Kawasan Amhara dari Eothiopia. Kita tahu bahwa tarian ini sangat mendunia dan seolah menjadi wabah baru bagi dunia hiburan yang tidak hanya di Tanah Air kita namun juga seluruh dunia. 

Video Harlem Shake versi Frank mencatat 17 juta penonton dan membuat ratusan ribu orang lainnya meniru dan membuat video Harlem Shake versi masing-masing. Bahkan ada lebih dari 70 video Harlem Shake yang dilihat sekurangnya 1 juta orang.

 

(ditulis untuk memenuhi tugas Ilmu Sosial Dasar ketiga)

Referensi :

www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&id_subyek=23…1

http://aandash.blogspot.com/2011/10/pengaruh-pertumbuhan-penduduk-terhadap.html

http://yanniyanoll.wordpress.com/2012/12/11/1-berbagai-masalah-kependudukan-dalam-hubungannya-dengan-perkembangan-masyarakat-dan-kebudayaan/

http://rizkiaditiayuniko.blogspot.com/2012/12/mengkaji-hubungan-antar-masalah.html

http://yanniyanoll.wordpress.com/2012/12/11/1-berbagai-masalah-kependudukan-dalam-hubungannya-dengan-perkembangan-masyarakat-dan-kebudayaan/

http://peristiwafenomena.blogspot.com/2013/06/penemu-harlem-shake-dan-sejarah-awalnya.html

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/03/112464751/Harlem-Shake-Mendunia-Begini-Awal-Ceritanya

http://www.merdeka.com/gaya/demam-harlem-shake-mewabah-di-dunia.html

http://peristiwafenomena.blogspot.com/2013/06/penemu-harlem-shake-dan-sejarah-awalnya.html

 

Iklan

Analisis Masalah-Masalah Sosial yang Ada di Masyarakat serta Penanggulangannya

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang padat penduduk. Dengan kepadatan penduduk yang setiap tahun bisa meningkat dan bisa menurun (Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan  0,92 persen per tahun.) masalah-masalah sosial tidak dapat lepas dari Tanah Air kita ini.

Pada artikel ini kita akan akan membahas masalah sosial kemiskinan dan kenakalan remaja, diantara banyaknya masalah-masalah sosial yang menimpa Republik Indonesia.

  1. Kemiskinan

Gambar

Masalah ini merupakan masalah dasar dan masalah global yang sudah lama terjadi di Republik kita ini. Mengapa dikatakan dasar? Karena kemiskinan adalah kondisi dimana tidak dapat atau sulitnya memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan. Dan mengapa dikatakan global? Karena kemiskinan tidak hanya menimpa Indonesia tapi juga menimpa beberapa Negara di dunia. Penyebab kemiskinan bisa dilihat dari beberapa sisi, seperti :

  1. penyebab individual atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.
  2. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga.
  3. penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
  4. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
  5. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Karena kemiskinan termasuk masalah, terlebih masalah sosial maka perlu diadakan penanggulangan agar tercapainya Negara yang makmur dan bebas dari masalah kemiskinan. Penanggulangannya dengan cara :

  1. Menyempurnakan program perlindungan sosial
  2. Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar
  3. Pemberdayaan masyarakat, dan
  4. Pembangunan yang inklusif

 

2.  Kenakalan Remaja

Gambar

Remaja merupakan generasi muda penerus bangsa yang harus bisa membawa perubahan positif dan kemajuan Negara. Maju tidaknya suatu Negara dilihat dari kelakuan generasi mudanya. Masih disayangkan jika kita melihat bagaimana keadaan remaja Indonesia yang masih belum bisa memenuhi harapan bangsanya. Dari banyaknya kasus kriminal juga banyak dilakukan oleh remaja. Masalah yang paling sering terjadi seperti tawuran, merokok dan mengkonsumsi alkohol, kebut-kebutan di jalan yang mengganggu keamanan lalu lintas sampai bisa merenggut korban jiwa, hingga penyalahgunaan narkotika. Penyebab kenakalan remaja ini ada faktor internal dan ada faktor eksternal.

Faktor Internal

     1. Reaksi frustasi diri

Hal ini terjadi akibat remaja yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan sosial akibat pesatnya pembangunan.

     2. Gangguan pengamatan dan tanggapan pada anak remaja

Tanggapan yang keliru atas masalah-masalah atau lingkungan nyata sehingga menimbulkan pemahaman yang salah. Semua itu diwarnai dengan harapan yang terlalu muluk dan kecemasan yang berlebihan.

     3. Gangguan berfikir pada diri remaja

Remaja yang masih labil cenderung tidak mampu mengoreksi pikiran-pikirannya yang salah dan tidak sesuai dengan realita yang ada, maka pikirannya terganggu.

     4. Gangguan perasaan pada anak remaja

Remaja cenderung ingin memenuhi kebahagiaan dan kepuasan hatinya meskipun sering kali pemenuhannya dengan cara yang dapat dikatakan “nekat”

Faktor Eksternal

  1. Keluarga

    Keluarga merupakan bagian terpenting bagi pembentukan pribadi seorang anak, dalam hal ini orang tua yang paling berperan. Banyak faktor dalam keluarga yang dapat memicu kenakalan remaja. Biasanya remaja yang terlibat dalam kenakalan atau melakukan tindak kekerasan berasal dari keluarga yang berantakan, keluarga yang tidak harmonis di mana pertengkaran ayah dan ibu menjadi santapan sehari-hari remaja. Bapak yang otoriter, pemabuk, suka menyiksa anak, atau ibu yang acuh tak acuh, ibu yang tidak tegas menghadapi remaja, kemiskinan yang membelit keluarga, kurangnya nilai-nilai agama yang diamalkan dan masih banyak faktor lainnya yang mendorong remaja melakukan tindak kekerasan dan kenakalan.

  2. Lingkungan yang tidak menguntungkan

    Lingkungan dalam hal ini mencakup lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Kita bisa ambil contoh dari sekolah, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang hanya duduk dan pasif mendengarkan membuat remaja menjadi bosan bahkan jengkel sehingga ia lebih cenderung menganggap bahwa bermain (dalam arti bergaul) jauh lebih menyenangkan dibanding belajar. Remaja yang belum mampu membentengi diri karena daya pikirnya pun yang masih labil, sangat mudah terjerumus kedalam pergaulan yang buruk dan bebas yang akibatnya remaja tersebut yang sudah terjerumus di “cap” sebagai anak yang kurang baik di lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat yang memiliki “hukum” yang lebih kejam ini membuat remaja tersebut semakin terkucilkan dan menjadi rendah diri atas keberadaannya.

  3. Media elektronik

    Perkembangan IPTEK yang semakin pesat mendorong banyaknya media elektronik serta kemudahan mengaksesnya membuat semakin sulit tersaringnya informasi antara yang baik dan yang buruk. Bahkan tindak kriminal yang dilakukan remaja juga karena media elektronik yang tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh remaja tersebut. Seperti tindak kekerasan yang dilakukan akibat menonton film-film yang memamerkan adegan kekerasan, pelecehan seksual akibat menonton video-video porno yang beredar di internet serta penipuan-penipuan yang dilakukan melalui sosial media dan masih banyak lagi.

Penanggulangan kenakalan remaja

            Mengurangi maraknya kenakalan remaja memang harus dari lingkup yang paling kecil, yakni diri sendiri. Kesadaran untuk berubah sangat diperlukan agar upaya yang dilakukan serta dibantu oleh pihak lain menjadi maksimal. Yang kedua adalah keluarga, dalam hal ini bagaimana orang tua mampu mendorong anaknya untuk berubah, mengawasi, menasehati dan memberi contoh yang baik terhadap segala tindakan yang dilakukan anaknya. Selanjutnya adalah masyarakat dan pemerintah yang merupakan lingkup yang paling luas mungkin dengan menata sosial yang lebih kondusif dan nyaman sehingga membuat remaja mampu beradaptasi, menyesuaikan diri serta memahami kedudukan, kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda, generasi penerus bangsa.

 

 

(Tugas Ilmu Sosial Dasar Kedua)

Referensi :

http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=919

http://pandeverything.wordpress.com/2013/05/09/15-contoh-masalah-sosial/

http://www.bimbingan.org/contoh-contoh-masalah.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

http://www.tnp2k.go.id/program/sekilas/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran

http://dangstars.blogspot.com/2012/12/sebab-sebab-terjadinya-kenakalan-remaja.html

http://belajarpsikologi.com/cara-mengatasi-kenakalan-remaja/

 

 

Tulisan-tulisan ku

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: