Analisis Masalah-Masalah Sosial yang Ada di Masyarakat serta Penanggulangannya

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang padat penduduk. Dengan kepadatan penduduk yang setiap tahun bisa meningkat dan bisa menurun (Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan  0,92 persen per tahun.) masalah-masalah sosial tidak dapat lepas dari Tanah Air kita ini.

Pada artikel ini kita akan akan membahas masalah sosial kemiskinan dan kenakalan remaja, diantara banyaknya masalah-masalah sosial yang menimpa Republik Indonesia.

  1. Kemiskinan

Gambar

Masalah ini merupakan masalah dasar dan masalah global yang sudah lama terjadi di Republik kita ini. Mengapa dikatakan dasar? Karena kemiskinan adalah kondisi dimana tidak dapat atau sulitnya memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan. Dan mengapa dikatakan global? Karena kemiskinan tidak hanya menimpa Indonesia tapi juga menimpa beberapa Negara di dunia. Penyebab kemiskinan bisa dilihat dari beberapa sisi, seperti :

  1. penyebab individual atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.
  2. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga.
  3. penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
  4. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
  5. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Karena kemiskinan termasuk masalah, terlebih masalah sosial maka perlu diadakan penanggulangan agar tercapainya Negara yang makmur dan bebas dari masalah kemiskinan. Penanggulangannya dengan cara :

  1. Menyempurnakan program perlindungan sosial
  2. Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar
  3. Pemberdayaan masyarakat, dan
  4. Pembangunan yang inklusif

 

2.  Kenakalan Remaja

Gambar

Remaja merupakan generasi muda penerus bangsa yang harus bisa membawa perubahan positif dan kemajuan Negara. Maju tidaknya suatu Negara dilihat dari kelakuan generasi mudanya. Masih disayangkan jika kita melihat bagaimana keadaan remaja Indonesia yang masih belum bisa memenuhi harapan bangsanya. Dari banyaknya kasus kriminal juga banyak dilakukan oleh remaja. Masalah yang paling sering terjadi seperti tawuran, merokok dan mengkonsumsi alkohol, kebut-kebutan di jalan yang mengganggu keamanan lalu lintas sampai bisa merenggut korban jiwa, hingga penyalahgunaan narkotika. Penyebab kenakalan remaja ini ada faktor internal dan ada faktor eksternal.

Faktor Internal

     1. Reaksi frustasi diri

Hal ini terjadi akibat remaja yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan sosial akibat pesatnya pembangunan.

     2. Gangguan pengamatan dan tanggapan pada anak remaja

Tanggapan yang keliru atas masalah-masalah atau lingkungan nyata sehingga menimbulkan pemahaman yang salah. Semua itu diwarnai dengan harapan yang terlalu muluk dan kecemasan yang berlebihan.

     3. Gangguan berfikir pada diri remaja

Remaja yang masih labil cenderung tidak mampu mengoreksi pikiran-pikirannya yang salah dan tidak sesuai dengan realita yang ada, maka pikirannya terganggu.

     4. Gangguan perasaan pada anak remaja

Remaja cenderung ingin memenuhi kebahagiaan dan kepuasan hatinya meskipun sering kali pemenuhannya dengan cara yang dapat dikatakan “nekat”

Faktor Eksternal

  1. Keluarga

    Keluarga merupakan bagian terpenting bagi pembentukan pribadi seorang anak, dalam hal ini orang tua yang paling berperan. Banyak faktor dalam keluarga yang dapat memicu kenakalan remaja. Biasanya remaja yang terlibat dalam kenakalan atau melakukan tindak kekerasan berasal dari keluarga yang berantakan, keluarga yang tidak harmonis di mana pertengkaran ayah dan ibu menjadi santapan sehari-hari remaja. Bapak yang otoriter, pemabuk, suka menyiksa anak, atau ibu yang acuh tak acuh, ibu yang tidak tegas menghadapi remaja, kemiskinan yang membelit keluarga, kurangnya nilai-nilai agama yang diamalkan dan masih banyak faktor lainnya yang mendorong remaja melakukan tindak kekerasan dan kenakalan.

  2. Lingkungan yang tidak menguntungkan

    Lingkungan dalam hal ini mencakup lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Kita bisa ambil contoh dari sekolah, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang hanya duduk dan pasif mendengarkan membuat remaja menjadi bosan bahkan jengkel sehingga ia lebih cenderung menganggap bahwa bermain (dalam arti bergaul) jauh lebih menyenangkan dibanding belajar. Remaja yang belum mampu membentengi diri karena daya pikirnya pun yang masih labil, sangat mudah terjerumus kedalam pergaulan yang buruk dan bebas yang akibatnya remaja tersebut yang sudah terjerumus di “cap” sebagai anak yang kurang baik di lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat yang memiliki “hukum” yang lebih kejam ini membuat remaja tersebut semakin terkucilkan dan menjadi rendah diri atas keberadaannya.

  3. Media elektronik

    Perkembangan IPTEK yang semakin pesat mendorong banyaknya media elektronik serta kemudahan mengaksesnya membuat semakin sulit tersaringnya informasi antara yang baik dan yang buruk. Bahkan tindak kriminal yang dilakukan remaja juga karena media elektronik yang tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh remaja tersebut. Seperti tindak kekerasan yang dilakukan akibat menonton film-film yang memamerkan adegan kekerasan, pelecehan seksual akibat menonton video-video porno yang beredar di internet serta penipuan-penipuan yang dilakukan melalui sosial media dan masih banyak lagi.

Penanggulangan kenakalan remaja

            Mengurangi maraknya kenakalan remaja memang harus dari lingkup yang paling kecil, yakni diri sendiri. Kesadaran untuk berubah sangat diperlukan agar upaya yang dilakukan serta dibantu oleh pihak lain menjadi maksimal. Yang kedua adalah keluarga, dalam hal ini bagaimana orang tua mampu mendorong anaknya untuk berubah, mengawasi, menasehati dan memberi contoh yang baik terhadap segala tindakan yang dilakukan anaknya. Selanjutnya adalah masyarakat dan pemerintah yang merupakan lingkup yang paling luas mungkin dengan menata sosial yang lebih kondusif dan nyaman sehingga membuat remaja mampu beradaptasi, menyesuaikan diri serta memahami kedudukan, kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda, generasi penerus bangsa.

 

 

(Tugas Ilmu Sosial Dasar Kedua)

Referensi :

http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=919

http://pandeverything.wordpress.com/2013/05/09/15-contoh-masalah-sosial/

http://www.bimbingan.org/contoh-contoh-masalah.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

http://www.tnp2k.go.id/program/sekilas/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran

http://dangstars.blogspot.com/2012/12/sebab-sebab-terjadinya-kenakalan-remaja.html

http://belajarpsikologi.com/cara-mengatasi-kenakalan-remaja/

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tulisan-tulisan ku

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: