RUSUNAMI DAN RUSUNAWA UNTUK KALANGAN MENENGAH KEBAWAH

foto-A5

RUSUNAMI DAN RUSUNAWA UNTUK KALANGAN MENENGAH KE BAWAH

            Tempat tinggal atau hunian yang layak merupakan kebutuhan dasar. Hal ini sejalan dengan apa yang diamanatkan dalam pasal 28 H UUD 1945 yang menentukan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera, lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Namun sangat disayangkan belum semua masyarakat Indonesia dapat menikmati hunian yang layak. Hal ini terlihat nyata dengan adanya kawasan-kawasan kumuh di kota-kota besar.

Salah satu kendala utama yang dihadapi dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah hanya dapat dilaksanakan di pinggir kota. Hal ini kemudian menimbulkan beberapa masalah, antara lain :

  • Kesulitan bagi para pekerja karena jauhnya jarak yang harus ditempuh dari rumah ke tempat kerja
  • Kesulitan bagi anak-anak untuk mendapat pendidikan yang layak
  • Kesulitan bagi masyarakat untuk mendapat pelayanan publik
  • Kesulitan bagi masyarakat untuk mendapat sarana hiburan

Masalah-masalah tersebut terjadi karena sebagian besar kawasan niaga, perkantoran, sekolah, universitas, rumah sakit, kantor pemerintahan dan sarana hiburan terpusat di tengah kota. Terpusatnya sarana umum di tengah kota menyebabkan masyarakat yang tinggal di pinggir kota harus menempuh jarak yang jauh untuk menikmati sarana umum tersebut. Hal ini berujung pada kemacetan yang tiap tahun semakin parah.

Kendala utama dalam menyediakan hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah adalah karena lahan yang semakin sedikit dan semakin mahal, sehingga solusi terbaik adalah dengan melakukan pembangunan hunian secara vertical yang diwujudkan melalui rumah susun. Pembangunan rumah susun mampu memadatkan hunian yang semula memerlukan lahan yang luas ke lahan yang lebih sempit.

Pembangunan Rusun berlandaskan pada azas kesejateraan umum, keadilan dan pemerataan, serta keserasian dan kesimbangan dalam perikehidupan, dengan bertujuan memenuhi kebutuhan perumahan yang layak bagi rakyat, terutama golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah, yang menjamin kepastian hukum dalam pemanfaatannya.

PENGERTIAN

  1. Rusun

Rumah Susun menurut kamus besar Indonesia  yaitu bangunan untuk tempat tinggal, sedangkan pengertian susun yaitu seperangkat barang yang diatur secara bertingkat. Jadi pengertian Rumah Susun adalah bangunan untuk tempat tinggal yang diatur secara bertingkat.

  1. Rusunami dan Rusunawa

Rusunami merupakan akronim dari rumah susun sederhana milik, sedangkan rusunawa merupakan akronim dari rumah susun sederhana sewa. Perbedaan antara Rusunami dan Rusunawa adalah jika pada Rusunami pengguna tangan pertama adalah pembeli dari pengembang, pada Rusunawa pengguna menyewa dari pengembang. Beberapa pengembang sering menggunakan istilah apartement bersubsidi untuk merujuk pada rusunami. Hal ini disebabkan karena pemerintah memberikan subsidi kepada pembeli yang memenuhi syarat tertentu.

Pengertian rumah susun sederhana sewa, yang selanjutnya disebut rusunawa berdasarkan PERMEN No.14/ 2007 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana sewa yaitu bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing digunakan secara terpisah, status penguasaannya sewa serta dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan fungsi utamanya sebagai hunian.

Penjabaran lebih terinci dari pengertian rumah susun sederhana sewa yang tersebut adalah :

  1. Satuan Rumah Susun Sederhana Sewa, yang selanjutnya disebut sarusunawa, adalah unit hunian pada rusunawa yang dapat digunakan secara perorangan berdasarkan ketentuan persewaan dan mempunyai sarana penghubung ke jalan umum.
  2. Pengelolaan adalah upaya terpadu yang dilakukan oleh badan pengelola atas barang milik negara/daerah yang berupa rusunawa dengan melestarikan fungsi rusunawa yang meliputi kebijakan perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian rusunawa.
  3. Pengelola, yang selanjutnya disebut badan pengelola, adalah instansi pemerintah atau badan hukum atau badan layanan umum yang ditunjuk oleh pemilik rusunawa untuk melaksanakan sebagian fungsi pengelolaan rusunawa.
  4. Pemilik rusunawa, yang selanjutnya disebut sebagai pemilik, adalah pengguna barang milik negara yang mempunyai penguasaan atas barang milik negara berupa rusunawa.
  5. Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik negara/daerah yang berupa rusunawa untuk dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga/satuan kerja perangkat daerah, dalam bentuk sewa, pinjam pakai, dan kerjasama pemanfaatan, dengan tidak mengubah status kepemilikanyang dilakukan oleh badan pengelola untuk memfungsikan rusunawa sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
  6. Penghuni adalah warga negara Indonesia yang termasuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sesuai peraturan yang berlaku yang melakukan perjanjian sewa sarusunawa dengan badan pengelola; Tarif Sewa adalah jumlah atau nilai tertentu dalam bentuk sejumlah nominal uang sebagai pembayaran atas sewa sarusunawa dan/atau sewa bukan hunian rusunawa untuk jangka waktu tertentu.
  7. Pengembangan adalah kegiatan penambahan bangunan dan/atau komponen bangunan, prasarana dan sarana lingkungan yang tidak terencana pada waktu pembangunan rusunawa tetapi diperlukan setelah bangunan dan lingkungan difungsikan.
  8. Pendampingan adalah kegiatan yang dilakukan oleh penerima aset kelola sementara kepada badan pengelola dan penghuni rusunawa meliputi pembinaan, pelatihan, dan penyuluhan.
  9. Pengawasan adalah pemantauan terhadap pelaksanaan penerapan peraturan perundang-undangan mengenai rumah susun sederhana sewa dan upaya penegakan hukum.
  10. Masyarakat Berpenghasilan Rendah, yang selanjutnya disebut MBR, adalah masyarakat yang mempunyai penghasilan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat.

Kepemilikan satuan Rusun dapat dimiliki oleh perseorangan atau badan hukum yang memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah yang meliputi, hak atas bagian-bersama, benda-bersama, dan tanah-bersama, yang semuanya merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan dengan satuan yang bersangkutan. Dan dapat dimiliki dengan cara membayar tunai (cash) dan angsuran (kredit pemilikan rumah atau KPR).

Alasan Mengapa Rusunami dan Rusunawa Bisa Menjadi Alternatif Hunian

  1. Harga lebih terjangkau

Adanya rumah susun memberi kesemapatan kepada mereka yangberpenghasilan UMR atau sedikit diatas UMR akan maka rusun bisa menjadi alternatif pilhan. Harga Rusunami memang lebih murah, jadi tentu saja harganya pun lebih terjangkau. Apabila Anda tergolong karyawan kelas menengah dan bawah yang sedang mencari rumah bisa memilih apartemen murah dan rusunami. Memang apartemen dan rusunami ini lokasinya tak berada tepat di pusat kota namun masih terjangkau.

  1. Lokasi yang mudah dijangkau

Salah satu alasan yang membuat banyak orang memilih rumah adalah letak atau lokasi tumah. Kebanyakan Rusunami dibangun si tengah kota, hal ini tentu saja menjadi salah satu motif pertimbangan saat memilih hunian.

Tinggal di tengah kota memang menyenangkan, kita bisa lebih mudah beprgian kemana sja yang kita mau dengan waktu relatif yang lebih singkat. Namun tinggal di tengah kota bukanlah hal yang murah. Karena itu, Rusunami bisa menjadi alternatif untuk tinggal di tengah kota dengan biaya hunian yang lebih terjangkau.

  1. Biaya perawatan lebih ringan

Luas satu buah petak rusunami umunya tidaklah besar, karena itu biaya perawatan rumah otomatis tidak mahal. Biasanya cukup hanya dengan dibersihkan atau dicat saja. Selain lebih murah, juga hemat waktu bukan?

  1. Nilai jual tetap tinggi

Apartemen atau Rusunami umumya ditawarkan dengan sistem beli sewa. Jadi, meski kita sudah memiliki akad jual-beli dengan pengembangnya, setia bulan kita juga harus membayar biaya sewa. Meskipun begitu, rusunamu atau apartemen tetap memiliki nilai jual yang cukup tinggi saat hendak dijual kembali.

Studi Kasus Rusunami, Rusunawa dan Apartement

            Sasaran Rusunami maupun Rusunawa adalah untuk kalangan menengah kebawah.Tetapi pada kenyataannya banyak orang-orang yang berkantong tebal malah membeli banyak unit lalu di jualnya kembali dan hanya untuk mengincar keuntungan semata,tanpa melihat kebutuhan orang-orang kalangan penghasilan rendah untuk tempat tinggal.Banyak yang mebeli banyak unit lalu membiarkannya kosong hingga harga merangkak naik dan menjualnya dengan harga yang tinggi yang biasanya disewakan per tahun.Sehingga bisa dibilang subsidi dari pemerintah untuk Rusunami menjadi kurang tepat sasaran.

Contohnya seperti Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Bandar Kemayoran. Letaknya yang cukup strategis di Jalan Raya Kemayoran, Jakarta Pusat serta diapit Taman Impian Jaya Ancol di utara dan Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran di sisi selatan dijadikan ladang investasi bagi orang-orang berduit. Para pemiliknya membiarkan unit kosong karena menginkan keuntungan yang besar didasarkan harga rusunami tersebut merangkak naik. Mahalnya rusunami tersebut karena tempatnya cukup strategis. Selain itu di dalam rusunami juga telah dilengkapi beberapa fasilitas pendukung seperti lahan parkir, toko modern, dan Apotik. Tidak heran jika 4 tahun lalu harga /unitnya hanya 144 juta. Sekarang menjadi 300 juta/unit.

Kesimpulan

Rusunami dan Rusunawa sebenarnya di peruntukan untuk para pegawai berpenghasilan menengah kebawah, tetapi subsidi dari pemerintah malah disalah gunakan para investor untuk meraup keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Tidak heran jika masalah Tempat tinggal di Indonesia tidak kunjung selesai, apalagi yang berada di wilayah kota besar.

Selain itu pengelolaan yang tidak serius pun menjadi salah satu penyebab kurang diminatinya rusun. Juga belum adanya kesiapan masyarakat untuk hidup secara vertikal. Lalu harga tanah yang masih terjangkau untuk beberapa pihak memungkinkan lebih baik tinggal di rumah satu lantai yang kecil,daripada harus pindah ke rusunami dan rusunawa.

 

Referensi

http://www.jurnalhukum.com/rusunami-dan-rusunawa/

https://rikaarba.wordpress.com/2014/11/08/rusunami-rusunawa/

http://www.ciputraentrepreneurship.com/umum/copper-orange-tren-warna-cat-di-2015

https://uangteman.com/blog/kredit-pemilikan-rumah/alsan-mengapa-rusunami-bisa-menjadi-alternatif-hunian/

http://penulisinspirasi.blogspot.co.id/2014/11/kajian-rumah-susun-menurut-uu-no-20.html

http://www.rumah123.com/detil-berita-properti-546-kota-makassar-saatnya-tinggal-di-rusunami-id.html

http://danikamalia.blogspot.co.id/2014/10/rusunami-dan-rusunawa.html

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tulisan-tulisan ku

November 2015
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d blogger menyukai ini: